Optimalkan Keselamatan Kerja, Pelatihan HSE Control & Planner Sukses Diselenggarakan di Surabaya
SURABAYA – Surabaya Teknika Cipta Konsultan baru saja menyelesaikan agenda penting di penghujung tahun ini. Penyelenggara sukses melaksanakan Pelatihan HSE Control & Planner yang berlangsung intensif selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Desember 2025. Bertempat di Hotel Kampi Tunjungan, Surabaya, kegiatan ini menghadirkan puluhan praktisi yang ingin memperdalam kompetensi manajemen keselamatan kerja.
Urgensi Mengikuti Pelatihan HSE Control & Planner
Dunia industri saat ini menuntut standar keselamatan yang tinggi. Perusahaan membutuhkan sosok HSE Planner & Control untuk memastikan operasional berjalan aman, efisien, dan patuh regulasi. Posisi ini memiliki fungsi vital dalam merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi seluruh program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Tanpa perencanaan matang, perusahaan menghadapi risiko insiden yang merugikan. Oleh karena itu, Surabaya Teknika Cipta Konsultan merancang pelatihan ini untuk membekali peserta dengan kemampuan perencanaan HSE yang sistematis. Instruktur membimbing peserta agar mampu menjalankan fungsi kontrol risiko secara profesional di lingkungan kerja masing-masing.
Materi Pelatihan HSE Control & Planner Berbasis ISO 45001
Instruktur ahli, Dr. Ir. Priyo Agus Setiawan, S.T., M.T., memandu jalannya pelatihan dengan metode interaktif. Beliau menyampaikan materi komprehensif mulai dari pengantar sistem manajemen hingga teknis audit lapangan.
Pada sesi awal, Dr. Priyo menjelaskan siklus manajemen Plan-Do-Check-Action (PDCA). Peserta mempelajari cara mengintegrasikan aspek HSE dengan rencana operasional perusahaan secara utuh. Fokus utama berlanjut pada sesi Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (HIRADC). Di sini, peserta berlatih menggunakan teknik observasi untuk menyusun Job Safety Analysis (JSA) dan menentukan hierarki pengendalian risiko yang tepat.
Pemateri juga menekankan pentingnya standar internasional. Peserta mengupas tuntas struktur dokumentasi dan kontrol dokumen yang sesuai dengan standar ISO 45001 (Standar Internasional Sistem Manajemen K3). Referensi terhadap standar global ini penting agar perusahaan mampu bersaing di pasar internasional.
Fokus Utama: Perencanaan Program dan Kontrol Kinerja HSE
Sesuai tajuk acara, materi berfokus pada dua pilar utama: Perencanaan (Planner) dan Pengendalian (Control).
Dalam sesi perencanaan, peserta aktif menyusun HSE Plan tahunan dan berbasis proyek. Mereka belajar menentukan Key Performance Indicator (KPI) serta menyusun anggaran (budgeting) untuk program keselamatan. Kemampuan ini sangat krusial bagi seorang perencana untuk memastikan program K3 mendapat dukungan sumber daya yang memadai.
Sementara itu, pada sesi pengendalian, instruktur mengajarkan prosedur monitoring aktivitas HSE menggunakan berbagai instrumen. Peserta mempraktikkan cara membuat grafik tren insiden dan laporan statistik bulanan. Mereka juga mempelajari penggunaan indikator leading dan lagging untuk mengukur efektivitas kinerja keselamatan perusahaan secara akurat.
Antusiasme Peserta dalam Simulasi Kasus
Dokumentasi kegiatan memperlihatkan suasana kelas yang dinamis. Peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi kelompok. Peserta membedah studi kasus investigasi insiden menggunakan metode 5 Why dan Fishbone. Melalui simulasi ini, peserta merumuskan tindakan perbaikan (corrective action) untuk mencegah terulangnya kecelakaan kerja.
Fasilitas lengkap seperti modul pelatihan dan training kits sangat mendukung proses belajar peserta selama di Hotel Kampi. Panitia memastikan kenyamanan peserta agar proses transfer ilmu berjalan optimal dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB setiap harinya.
Mencetak HSE Planner & Control Profesional
Surabaya Teknika Cipta Konsultan berharap alumni pelatihan ini mampu membawa perubahan positif di perusahaan. Setelah menyelesaikan program, peserta memiliki bekal untuk menyusun rencana tanggap darurat dan mengelola perizinan kepatuhan legal.
Lebih dari itu, lulusan pelatihan kini menguasai teknik komunikasi efektif untuk mempromosikan budaya keselamatan (safety culture) kepada seluruh pekerja. Dengan demikian, mereka siap berkontribusi nyata dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan produktif.

